Laman

Rabu, 30 Mei 2012

Edelweiss Hitam


Edelweiss Hitam
cerpen :Korie Khaeriah 

Kala cinta itu pergi, semuanya terasa tak berarti. Ketika sosok itu berlalu, mawar pun seketika layu. Hilang.. ya dia hilang. Seperti yang aku rasakan saat ini. Setelah tragedi itu semuanya harus berakhir . Cintaku, bahkan hidupku.


                “ Jreeennnggg…”
Petikan gitarnya menghentikan gerakan jemari tanganku. Itu sudah pasti Ardi. Dengan style nya yang khas ia selalu menyanyikan alunan lagu itu. Lagu lagu yang pernah membuatku kuat.
                “ Tita,Tita,Tita… Serius sekali anda ini, why so serius? Nikmatilah perkejaanmu, kerjakan dengan santai saja, tak perlu seserius itu, ingat itu, terimakasih dan salam super ”.
                “ Heummm kalau Pak Mario tahu dia punya fans  kaya kamu gitu, aku ngga yakin acara MTGW bakal langgeng ”.
                “ Ha? Kenapa emang? ”.
                “ Soalnya mereka khawatir,  bakal bermunculan fans –fans baru  yang sejenis kamu, haha”
                “ Ga asyik kamu Ta, wuuuuuh”.

Lima tahun lalu, saat umur 12 tahun, aku sudah tinggal di panti ini. Di panti ini pula aku mengenal Ardi, sosok yang  dulu kuanggap paling menyebalkan tapi sekarang berbalik menjadi paling menyenangkan. Ya anggap saja kita temen seperjuangan.  Sekolah bareng, maen bareng, makan bareng, ke sana bareng, ke sini bareng,....segalanya bareng, dan sampai muncul pertanyaan.  Tidur? Mandi? Tentu aja ngga lah (bukan muhrim dong!)
                “ Eh lagi apa ? Sibuk amat, Di ? Wah kamar kamu udah kaya kapal retak”. Aku mencoba merecoki kesibukan Ardi saat itu.
                “ Ini lagi nyari artikel yang tadi baru diprint. Aduh mana guru aku killer”, jawab Ardi dengan tampang lusuhnya dan tetap sibuk dengan pencariannya . Saat membantu Ardi mencari hasil print nya aku tertarik dengan gambar yang aku temukan di tas Ardi.
                “ Ardi, Ardi, ini bunga apa?
                “ Oh itu, itu namanya Edelweiss Ta, biasa orang nyebutnya bunga abadi. Kenapa?”.
                “ Bunga abadi? Edelweiss? Kok aku  jarang liat ya? Belum pernah malah ”.
                “ Ha? Belum liat yaaa? Ndessooooooo, haha. Tapi emang ko, bunga itu adanya Cuma di puncak gunung. Anak-anak yang suka muncak aja yang akrab dengan bunga itu.
                “ O ya ? Hmm... andai aja hidup ini seperti bunga Edelweiss. Abadi. Pasti aku ga bakal kehilangan nenek, papa, mama, sama ade aku Farhan ”.
                “ Duh, duh, jangan sedih sayang Kan ada Ardi Sang Pahlawan Kegelapan yang selalu ada di sampingmu ”.
                “Haha, super sekali”.
Semuanya bisa menjadi mungkin karena waktu. Waktu bisa merubah segalanya. Begitu pun perasaan. Tak bisa dipungkiri, Ardi yang telah merubah perasaanku. Perasaan yang biasa-biasa saja menjadi perasaan yang luar biasa. Dia yang mampu menguatkan aku, menyadarkan aku bahwa Tuhan itu Maha Adil. Saat ada yang meninggalkan kita, pasti akan ada yang menghampiri kita. Begitu pun aku, saat aku kehilangan nenek, papa, mama, Farhan. Awalnya aku merasa sendiri, aku merasa terbuang karena harus tinggal di panti, tapi ternyata banyak yang aku dapat di sini, termasuk cinta saat aku mulai mencintai Ardi.
                “ Woy Ta”. Ardi membuyarkan lamunanku.
                “ Akh kamu, aku kan kaget. Untung ga jantungan”. Aku memasang tampang kesal.
               “ Haha.. sorry sorry, eh Ta, liburan ini akan kudaki gunung Mahameru”, ucap Ardi sambil berkacak pinggang.
                “ Ah Lebay kamu .
  “Serius Ta, aku mau naklukin Mahameru”. Ardi meyakinkan.
  Ha? Jadi ga bareng sama aku liburannya? Yaaah kamu sih”.
                “ Duh jangan sedih gitu Ta, tujuan aku muncak itu buat, buat.. buat bawain bunga Edelweiss buat kamu”.

***

Hari itu hari keberangkatan Ardi. Otomatis bakal kesepian tingkat internasional di panti. Ada ketakutan tersendiri waktu Ardi mutusin buat pergi. Kabarnya, Mahameru banyak menelan korban dan kemungkinan kecil pendaki bakal selamat. Oh Tuhan, galau sekali aku ini.
                “ Ta, berangkat dulu ya, doakan aku di sana, hehe”.
Aku hanya diam, menundukkan kepala seperti mengheningkan cipta saat upacara bendera hari Senin.  Rutin dan disiplin. Tapi bukan itu yang kulakukan saat itu. Aku menunduk karena khaatir air mataku terlihat olehArdi.  Apalah daya, Ardi mengetahuinya.
                “ Kok nangis? Takut kehilangan aku ya? Haha”.
                “ Akh tau lah, batalin aja Di. Ya ya please”, ujarku memohon. Duh, ia tak merasakan ketakutanku yang amat sangat.....
                “ Ngga mungkin Ta.  Udah ya aku berangkat. Aku baik-baik aja, dan yang pasti waktu aku balik, nanti aku bakal bawain bunga Edelweiss. Spesial buat Titaku .”
                “ Janji ya?”
                “Sip”, ia meyakinkan. Senyuman lebarnya membuatku tegar. Ah, sentuhan ujung hidungnya di keingku membuatku serasa melayang.........

***

Hampir satu minggu Ardi hiking bareng temen-temennya, satu minggu pula aku kehilangan kabar. Ardiii… kamu kemana, udah satu minggu  ga ngasih kabar. Tau ngga si, aku disini ngerasa kehilangan , tapi aku  bakal terus nunggu kamu bawain bunga edelweiss yang kamu janjiin. Spesial buat aku.........
Ting ! “ Tiba-tiba aku inget kalo Ardi pernah bilang,   hiking  itu ngga lebih dari satu minggu. Wah, berarti ngga lama lagi Ardi bakal balik.
Ardi kamu tau ngga, pas aku inget kamu bakal balik, aku tuh serasa ngebelah atmosfir berlapis-lapis terbang ke langit yang tinggi meluncur bareng paus akrobatis, terus ngebut menuju rasibintang paling manis.’
Satu minggu hidup tanpa Ardi bikin aku udah kaya orang gila. Ngomong-ngomong sendiri, senyum-senyum sendiri sambil bayangin Ardi datang bawain bunga, berlutut di hadapan aku sambil ngucapin ‘Aku pulang sayang , wekekek’.
Tiba-tiba terdengar ketukkan pintu yang membuyarkan lamunanku.
Sebelum membukakan pintu, aku coba mengintip dari balik jendela untuk mengetahui dahulu siapa yang datang mengunjungi panti. Aku terkesiap saat melihat bahwa yang datang itu Deni bersama teman-temannya, tapi aku tak melihat sosok Ardi diantara mereka.
                “ Ardi mana, Ardi mana?! Tiba-iba detak jantungku terasa berpacu. Mataku liar mencari sosok lain selain mereka. Tak ada ardi. Tak ada jawaban. Mereka hanya diam. Mereka hanya menyerahkan sebuah ransel besar dan seikat seikat bunga Edelweiss kepadaku.
                “ Apa maksudnya? Mana Ardi? Kenapa kalian diam?!”.
                “ Ta…”.
                “ Stop,jangan bilang kalo Ardi…”.
                “ Maaf Ta, awalnya pas kita jalan, kita ngerasa udah bareng sama Ardi, tapi ternyata kita salah. Ardi hilang, dan saat kami coba melakukan pencarian, kami hanya menemukan ransel dan seikat bunga Edelweiss ini. Petugas juga sudah melakukan tindakan........
Bla....bla...bla...
Dunia serasa berhenti berputar. Penjelasan mereka tak kudengar lagi, sayup....menjauh...hilang. Lunglai seluruh tubuhku. Alam menangis , mentaripun berduka kala itu . Apa yang bisa kulakukan jika sekedar menerima kenyataan pun aku tak kuasa. Saat airmata tak sanggup lagi mengungkapkan perasaan, yang terngiang dipikiranku hanya satu kata “ MATI !! “
Layaknya orang bodoh, terkadang pisau pun menjadi teman dalam kesendirian dan kegalauanku. aat aku mencoba melukiskan kesendirianku dengan pisau sebagai kuasnya dan pergelangan tangan sebagai kanvasnya . Dan…
                “Ahhhhhhhhhhhh………”
***
Ah...apa ini ? Dengan kepala yang terasa berputar-putar, aku mencoba menyadari keadaan di sekelilingku. Aku ada dirumahsakit. Aku dikelilingi teman-teman pantiku. Saat itu yang kuingat hanyalah satu.  Ardi . Sosok tegap hitam manis itu tak ada di sini.
                “ Ardi mana? Dia pasti sudah pulang kan?” Dalam keadaan setengah sadar aku mencoba meakinkan diri. Ardi ada.
                “ Ta, sadar Ta,  sadar.  Ngga ada Ardi disini. Kamu harus kuat Ta.Kamu bisa tanpa dia , Nina mencoba mengingatkan aku bahwa ngga akan ada Ardi lagi dalam hidupku. Hati ini seakan teriris saat mendengar perkataan Nina. Ardi udah ngga ada , ya ngga ada , ngga ada buat selama – lamanya .

Malam itu perasaanku masih kacau balau , tak ingin kulihat seorang pun di hadapanku. Aku ingin sendiri. Dengan tenaga seadanya aku mencoba bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju taman rumah sakit di depan kamarku. Bintang malam itu tersenyum menghiburku. Tapi ingatanku tentang Ardi tak juga beranjak pergi . Lelaki lembut hati yang juga penghuni panti ini nyaris tak pernah bersedih. Senyum candanya senantiasa hadir seolah ia memiliki segalanya di dunia ini. Padahal ia senasib denganku. Tanpa ayah, tanpa ibu. Tanpa sanak dan kerabat. Ia tak tak pernah tahu asal usul dirinya. Ia ditemukan ibu panti dalam sebuah kardus di depan pintu panti ini. Oh Tuhan, kejam nian dunia terasa bagi kami......

                “Kakak, ini buat kakak , sebuah suara mengejutkan. Bocah lelaki kecil dengan senyum manisnya memberikanku seikat bunga, dan itu bunga Edelweiss. Aku tertegun. Edeleisss... Belum sempat aku bertanya , anak kecil itu telah menghilang, entah ke mana.
Kutatap perlahan bunga Edelweiss itu , ada secaik kertas di sela ikatannya :
tersenyumlah saat kau mengingatnya,
karena ia pun sedang mengingatmu
 lihatlah bintang yang tersenyum itu
 bintang itu ingin katakan padamu
kekasihmu ingin melihatmu selalu untuknya
Aku pun tersenyum. Pada tulisan itu, pada seikat edelweiss di genggamanku.
Lirih kusenandungkan sebuah lagu.......

indah terasa indah bila kita terbuai dalam alunan cinta
sedapat mungkin terciptakan rasa keinginan saling memiliki
dan bila itu semua dapat terwujud dalam satu ikatan cinta
tak semudah seperti yang pernah terbayang
menyatukan perasaan kita

tetaplah menjadi bintang di langit
agar cinta kita akan abadi
biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini
agar menjadi saksi cinta kita berdua, berdua…
sudah, terlambat sudah ini semua harus berakhir
mungkin inilah jalan yang terbaik
dan kita mesti relakan kenyataan ini
 (Padi-Kasih Tak sampai)  

(Cirebon, 2012)           






Selasa, 28 Februari 2012


PERPUSTAKAAN ?
Oleh : Retno Wulandari XI IPA 4 (Bulletin Light)

                Perpustakaan. Apa yang terlintas di pikiran anda ketika mendengar kata itu ? Mungkin sebagian dari anda berpikir bahwa perpustakaan adalah tempat paling mengasyikkan untuk meluangkan waktu senggang anda. Tapi mungkin sebagian dari anda juga berpikir bahwa perpustakaan adalah adalah tempat paling membosankan untuk dikunjungi.
Perpustakaan beralih fungsi ?

                Sebenarnya, banyak sekali manfaat yang kita dapatkan jika kita meluangkan waktu kita di perpustakaan. Ya, memang hanya ada buku dan keheningan yang tergambar bila kita membayangkan seperti apa perpustakaan itu. Tapi bila kita menengok lebih dalam banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang bisa kita dapat dari membaca buku-buku di perpustakaan.

Harapan kerap berbeda dengan realita. Bagaimana dengan perpustakaan di sekolahku ? Awalnya aku berharap mempunyai perpustakaan yang bersih, rapi , luas dan nyaman. Tapi justru sebaliknya. Debu, pengap, sempit dan kumuh. Ya itulah kata-kata yang diucapkan oleh teman-temanku saat aku menanyakan pendapat mereka tentang perpustakaan sekolah kita. Belum lagi sekarang perpustakaan sudah beralih fungsi menjadi tempat nongkrong siswa-siswa yang sedang bolos pelajaran, tempat curhat atau ngerumpi. Tempat pacaran bahkan ada yang menjadikan perpustakaan sebagai tempat penghilang rasa kantuk alias tempat tidur. Miris memang untuk perpustakaan sekolah kondang seperti SMAN 1 Lemahabang ini. . Tapi seperti pepatah mengatakan, bahwa janganlah melihat buku dari sampulnya. Artinya, apa kita lihat belum tentu menunjukkan bahwa seperti itu pula lah isi di dalamnya. 

Tidak bisa dipungkiri, keberadaan perpustakaan sangat penting bagi kegiatan belajar mengajar (KBM). Banyak sekali buku panduan belajar yang menjadi acuan belajar selain list/daftar buku yang kita punya. Tapi faktanya, perpustakaan jarang dikunjungi oleh siswa. Mereka tampa sekali enggan menginjakkan kakinya memasuki ruangan yang penuh dengan bku namun sangat sempit dan pengap ini.  Mengapa ? Selain kondisinya yang secara fisik kurang mendukung, mungkin juga karena mereka memang tidak gemar membaca, padahal mereka tahu bahwa kegiatan membaca itu penting untuk menambah pengetahuan. So, jangan pernah malas berkunjung ke perpustakaan ya. Apa pun kondisinya. (12 Juni 2011)

Selasa, 20 September 2011

Edisi 6 " SPECIAL MOMENT OF RAMADHAN "


SPECIAL MOMENT OF RAMADHAN
Ajang Unjuk Bakat di Bulan Penuh Rahmat
Add caption
Aha, ga beda banget dengan tema event Ramadhan yang diusung Osis kali ini : Tetap Semangat di Bulan Penuh Rahmat. Tapo benar kok. Berbagai lomba yang digelar memang sangat mengakomodir potensi alias bakat yang dimiliki oleh siswa. Karena bersamaan dengan peringatan 66 tahun kemerdekaan RI, maka lomba-lombanya pun bernuansa nasionalisme dan agamis. Lomba pelafalan pembukaan UUD 1945 dan membaca berita dalam bahasa Sunda adalah yang bernuasa nasionalis, sedangkan yang beratmosfir agama yaitu lomba da’i, MTQ, kaligrafi dan lomba peragaan busana muslim.
                Pentas Special Moment of Ramadhan yang digelar pada hari Sabtu 20 Agustus 2011 lalu itu sebenarnya adalah puncak dari serangkaian kegiatan yang diselenggarakan berdasarkan ketentuan dari Dinas pendidkan kabupaten Cirebon dan program kerja Osis 2010/2011. Dimulai dari tanggal 15, 16 dan 16 Agustus berupa pesantren Ramadhan pada pagi hari yang dilanjutan dengan seleksi kreasi seni, dialog ramadhan (DIAGRAM) dan buka puasa bersama anar kelas pada sore harinya. Enam cabang lomba dilangsungkan pada hari Jumat 19 Agustus. Hasil seleksi kreasi seni dipentaskan pada hari Sabtunya setelah final lomba dai dan lomba busana muslim.
               
Lomba Busana Muslim paling heboh :
                Sejak babak penyisihan hingga final, yang paling seru memang lomba busana muslim. Mereka menyebutnya fashion on the special moment of ramadhan. Rizki Pratama, sang ketua Osis yang kebetulan menjadi salah satu anggota dewan juri mengakui hal ini. Dan Ibu Asih yang menjadi korlap event ini mengatakan  bahwa selain bertujuan memeriahkan acara, lomba ini juga untuk menanamkan rasa percaya diri pada siswa agar berani tampil di depan umum. Sedangkan Pak Asikin berharap agar acara ini tidak sekedar untuk mode atau trend tapi juga untuk menanamkan kesadaran siswa akan pentingnya berbusana yang rapi, sopan dan sesuai dengan ketentuan dalam Islam. Menutup aurat, begitu.
Kerja bareng dengan sponsor :
                Dalam setiap event serupa , SMAN 1 Lemahabang selalu melibatkan pihak luar yang bersedia membantu. Kali ini sponsor utama berasal dari Indosat dan Sosro. Pihak panitya berharap untuk event-event berikutnya akan lebih banyak lagi pihak sponsor yang mau peduli dengan aktifitas positif dari siswa sehingga potensi siswa dapat lebih tersalurkan dengan optimal.
                Rangkaian acara ini diakhiri dengan pengumuman dan pembagian hadiah lomba-lomba. Gelar juara didominasi kelas 12 IPA 2 yang meraih 5 predikat juara dan 12IPA 1 dengan 3 predikat juara. Hasil selengkapnya  sbb :
1.       MTQ :
Juara 1 (fahmi Zaeni 11 IPA 2), Juara 2 (Taufik Hidayat 11 IPS 4, Juara 3 (Asep Anggriawan 11 IPS 1)
2.       Lomba Da’i :
Juara 1 ( M. Fahmi Aziz 12 IPA 1), Juara 2 (Amin 12 IPA 2), Juara 3 (Alinda 10.2), Juara Favorit (Alinda 10.2)
3.       Lomba Kaligrafi :
Juara 1 (Saeful Bachri 12 IPA 2), Juara 2 (Lanny Indah P 11 IPA 4), Juara 3 (Lussyana Dewi 12 IPA 1)
4.       Lomba Busana Muslim
Putra : Juara 1 ( Vicky Hidayat 12 IPS 2), Juara 2 (Fikie Mardanus 12 IPA 2), Juara 3 (Eko Suryanto 11 IPA 2), Juara favorit (Vicky Hidayat 12 IPS 2)
Putri : Juara 1 ( Endah Wahyuningtyas 12 IPA 2), Juara 2 ( Gianeta Soraya 11 IPS 2), Juara 3 (Wida Ningsih 10.5), Juara favorit (Gianeta Soraya 11 IPS 2)
5.       Lomba Pelafalan Pembukaan UUD 1945
Juara 1 ( Iif Miftahudin 11 IPA 4), Juara 2 (M. Arif Makmur 12 IPA 2), Juara 3 (Muchlas Sajidin 12 IPA 3)
6.       Lomba Membaca Berita dalam Bahasa Sunda     
Juara 1 ( Anita 10.6), Juara 2 (Ratna Wulandari 12 IPA $), Juara 3 (Lussyana Dewi 12 IPA 1)

Jumat, 15 April 2011

LA ?...........BERPRESTASI !! TIM SMAN 1 LEMAHABANG TERBAIK II DALAM KEJUARAAN INVISTASI ATLETIK ANTAR PELAJAR (SLTA) SE KABUPATEN CIREBON, 2011




Maret 2011
Memang belum menjadi yang terbaik, tapi ini merupakan kebanggaan tersendiri yang tak terlupakan. Barisan atletik binaan Ibu Herda Agustina Damayanti S.Pd dengan latihan ketat dan disiplin dari Bapak Dadang M. Sani S.Pd berhasil mengharumkan nama sekolah di bidang olahraga.
Rasa syukur dan bangga terpancar jelas dari mereka yang telah menukir prestasi di masa mudanya ini, dan Ibu Herda selaku pembina berharap sekolah kita akan meningkat lagi prestasinya di masa depan. Pesannya untuk para atelinya adalah agar mereka tetap tekun berlatih agar terus menjadi lebih baik.
Berikut data atlet yang telah berprestasi dalam Kejuaraan Invistasi Atletik antar pelajar (SLTA) se kabupaten Ciebon yang berlangsung di GOR Ranggajati Sumber 14 s/d 16 Maret 2011 :
Firas Zaudah (juara 1 lari estafet 4x10 m pa), Eko Suryanto (juara 1 lari estafet 4x10 m pa), Nia Ratnasari (juara2 lari estafet 4x400m pi), Della Dara Kirana (juara 3 lempar ckram pi), Suci Nur Aliya (juara 1 lari 1500m p , juara 2 lari 800m pi, juara 2 lari estafet 4x400m pi) , Fahmi Airiefin (juara 2 lempar cakram pa), Bunga Romantika (juara 2 lari estafet 4x100m pi), Tria Julianti (juara 2 lari estafet 4x100m pi), Dini Apriliani (juara 2 lariestafet 4x10m pi,juara 2 lari 100m pi), Dewi Puspitasari (juara 2 estafet 4x100m pi), Ato Daryanto (juara 1 estafet 4x 40m pa), Cintya Nugraha Herlani (juara 2 lari estafet 4x400m pi), Ahmad Farizki (juara 2lompat jauh putra , juara 2lari 100m pa dan juara 2lari estafet 4x100m pa, Sony Ibrahim (juara 1 lari 400m pa , juara 1 lari estafet 4x400m pa), M. Rachman Sidiq (juara 3 lari 400m pa I), juara 3 tolak peluru ,juara 2 lari stafet 4x100m pa ), M. Agung Subakti (juara 2 lari 800m pa, juara 1lari estafet 4x400m pa), Santi (juara 2 lari estafet 4x10m pi , Abdul Aziz (juara 1 lari estafet 4x400m pa).
Nah, sahabat SMASALA. Siapa yang mau menguir prestasi lagi di masa mudamu ? Ditunggu !! (light).

Senin, 21 Februari 2011

Hiburan : Ngeband : apa asyiknya ?



Buat yang ga suka musik, jelas ga asyik. Buat yang suka, ya...., ga tentu juga sih. Liat-liat bandnya. Liat-liat dulu jenis musiknya. Yang suka hip-hop, mungkin ga akan sedikit pun ngelirik jenis pop, rock, atau dangdut ! Buat yang fanatik dangdut, rada susah untuk menyukai jenis jazz atau bossanova. Tapi yang jelas, band banyak asyiknya .

Ekspresikan diri:
Band, apa pun jenis alias alirannya sesungguhnya adalah suatu wadah yang pas untuk mengekspresikan diri. Kegemaran seseorang mendengarkan musik, menyanyi, dan memainkan alat musik akan tersalur baik jika mau bergabung dalam kelompok band. Hadirnya
studio-studio yang menyediakan perlengkapan band untu disewa cukup memberikan peluang bagi mereka untuk bermusik. Tarif sewa pun lumayan terjangkau. Mulai dari yang Rp 15.000,- sampai yang Rp 40.000,-per jam. Asyiknya ngeband ? Ya itulah, bisa menyalurkan hobby, mengembangkan potensi dan mengekspresikan diri secara positif. Bisa untuk buang ‘bete’ alias badmood. Bahkan bukan tak mungkin jika sudah profesional, band adalah sumber utama penghasilan. (Mengurangi angka penganguran di negara berkembang, gitu !)
Band sekolah :
Bagaimana dengan siswa-siswi di sekolah tercinta ini ? Ada berapa banyak group band/musik yang ada ? Belum ada data yang pasti . Namun setidaknya kita dapat menyebut beberapa nama kelompok band yang muncul di event-event tertentu di sekolah ini. Mulai dari Snoopy, Distorzy, Aerophonik, Blue Berry, BDO, Genepsha, Sorak Merdeka, Unity Band, dll. Lumayan, kan ?
Bawa nama sekolah :
Bisakah band membawa nama baik sekolah ? Jelas bisa. Sekolah Charly ST 12 jadi ngetop gara-gara namanya. SMA 15 Jakarta ngetop juga karena ada Trio Libels. Ayo dong..... SMA kita juga bisa makin ngetop kalau band-band kita serius berlatih dan berusaha profesional memanage kelompoknya. Caranya ? Tekun berlatih, jaga kekompakan dan banyak cari peluang untuk bisa perform ! Oke ?! (Sweet**)

Rabu, 06 Oktober 2010

Our Friends(2) : ANNISA NURUL FITRI , Leader KIR yang Pengen Jadi Dosen Bahasa Jepang


Gadis manis ini adalah Ketua KIR (Kelompok Ilmiah Remaja), saat ini duduk di kelas 12 IPA 3 ini . Ia segera melanjutkan tongkat estafet kepemimpinannya kepada generasi penerusnya setelah pergantian kepengurusan dalam Osis tahun ini. Annisa Nurul Fitri atau akrab disapa Pipit oleh teman-teman di kelasnya ini lahir di Klaten, 28 Pebruari 1993 silam. Saat ini tinggal di Jl. Siliwangi no.55A Rt.02 Rw.07 Ds. Karangmekar, Kec-Karangsembung, Kab-cirebon. Anak pertama dari 2 bersaudara ini adalah putri dari pasangan Ibu Sri Muryani dan Bapak Dayat Sudrajat. Dulu Annisa bersekolah di TK Tunas Mekar, SDN 1 Karangmekar dan SMP Negeri 1 Karangsembung.
Cewek yang hobby ngeband dan bikin puisi ini (wah…teh Light tunggu nich puisi-puisinya), bercita-cita menjadi dosen Bahasa Jepang. Untuk itu Annisa berharap bisa lolos ke jurusan sastra Jepang UGM Jogjakarta. “ Sebenarnya sih saya gak niat buat jadi ketua KIR, tapi…karena tiba-tiba direkomendasikan oleh senior-senior di KIR, jadi berusaha untuk ngejalanin aja” demikian ujarnya saat tentang alasannya menjadi ketua KIR. Asyiknya di KIR adalah saat lagi kumpul dan rapat. Katanya sih itu bisa bikin terhibur dan bisa sharing sesama anggota KIR dan guru-guru. Gak enaknya , kadang orang tua gak setuju sama kegiatan KIR dan anak-anaknya kadang suka susah diatur
Annisa mempunyai banyak tokoh idola, diantaranya Ir Soekarno, Lee Dong Wook, Lee min ho. Annisa favorit banget sama Krispatih dan Agnes Monica. Motto hidupnya adalah “ berusaha menyayangi setiap orang dalam setiap waktu” (wah…dalem banget teh, so sweet euy..hehehehe). Pesan Annisa buat anggota KIR kedepannya adalah “Tambah kompak ya, sering adain kumpulan, sharring bareng walaupun hanya 5 menit..” SEMOGA SUKSES SELALU TEH!!!!!! (lusi, melly)